Hampir semua game yang dirilis saat ini terjebak dalam sebuah persepsi yang boleh dibilang, cukup “menyesatkan”.  Sebuah sudut pandang yang akhirnya memaksa developer dan publisher untuk menciptakan banyak game yang tidak lagi mencerminkan semangat gamer di masa lalu. Sebagian besar gamer yang sudah mencicipi video game sejak masa perkembangan awalnya sebagai industri hiburan mainstream tentu mengerti apa yang berusaha kami ungkapkan ini. Game-game yang lahir di masa kini tidak lagi mampu menghadirkan tantangan luar biasa yang mampu membuat kita menikmati setiap kerja keras untuk menghadirkan secuil progress dalam cerita. Sebuah keistimewaan yang pada nyatanya, hanya mampu ditawarkan oleh sedikit sekali franchise saat ini.

Jika kita membicarakan game-game seperti ini di masa sekarang, maka sebagian besar dari kita tentu akan langsung menuju game action RPG epik – Demon Souls dan Dark Souls yang sulit luar biasa. Namun terlepas dari kedua judul tersebut, ada sebuah franchise game hack and slash yang tidak kalah menantangnya. Benar sekali, kita sedang membicarakan seri Ninja Gaiden yang fenomenal. Berbeda dengan game hack and slash kebanyakan, Ninja Gaiden menghadirkan tingkat kesulitan yang jauh di atas rata-rata, membuatnya dikenal sebagai salah satu game yang begitu lekat dengan para hardcore gamer yang haus akan tantangan. Namun, untuk seri ketiga yang baru saja dirilis, Tecmo Koei dan Team Ninja tampaknya punya rencana yang berbeda untuk mempertahankan eksistensi franchise yang satu ini. Sebuah langkah yang membuat game ini jatuh ke dalam perangkap “bisnis” yang tak kenal ampun.

Bagi Anda yang sudah menyimak preview kami sebelumnya tentu memiliki sedikit gambaran tentang apa yang kami maksud lewat kedua paragraf di atas. Terlepas dari visualisasinya yang memukau mata untuk teknologi terbatas seperti konsol, Ninja Gaiden 3 tak ubahnya sebuah seri yang menyimpang dari identitas utama franchisenya sendiri. Apa yang kita kenali dan cintai dari franchise yang satu ini selama ini seolah dihapuskan untuk strategi mengejar keuntungan yang lebih besar. Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh game yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri game yang mungkin tidak lagi Anda kenali? Review ini akan membongkarnya untuk Anda.

Plot

Anda tetap berperan sebagai si ninja super keren – Ryu Hayabusa

Hari yang tenang dan damai tampaknya hanya akan menjadi impian yang sulit tercapai bagi sosok ninja yang masih menjadi karakter utama kita – Ryu Hayabusa. Menikmati masa-masa rehatnya, Hayabusa harus dikejutkan dengan berita penyerangan terorganisir yang bertempat di London. Lantas apa hubungannya dengan ninja legendaris yang satu ini? Tentu saja semuanya. Tindak terorisme yang satu ini ternyata hanya meminta satu syarat tebusan: Ryu Hayabusa. Dihadapkan pada situasi yang tidak bersahabat, Ryu Hayabusa untuk kesekian kalinya terpanggil untuk menghadapi bahaya atas nama kebenaran. Sebuah pertempuran penuh intrik, misteri, dan pengorbanan pun dimulai.

Siapakah sosok bertopeng yang menjadi lawan Ryu Hayabusa kali ini?

Tak hanya harus terlibat dalam pertempuran melawan LOA, Hayabusa kini juga harus bertarung untuk melawan kutukan misterius di tangannya

Perjalanan penuh darah yang harus ia lalui menyusuri sudut kota London akhirnya membawa Hayabusa kepada misteri yang jauh lebih besar. Sesosok pria bertopeng dengan kemampuan pedang yang luar biasa menyambut kedatangan Hayabusa. Tidak hanya itu saja, Hayabusa kini juga harus menghadapi masalah yang tidak kalah seriusnya. Tangan kanan miliknya yang sudah “meminta” ribuan nyawa manusia selama ini juga memperlihatkan tanda-tanda kutukan yang mencemaskan. Walaupun menghadirkan kekuatan yang luar biasa, tangan kanan yang didominasi oleh warna merah ini terkadang justru menguasai sosok Hayabusa sendiri dan berpotensi mengancam nyawanya. Namun pada akhirnya, sosok ninja yang satu ini harus menghadapi masalah yang lebih penting daripada keselamatan dirinya sendiri. Apalagi kelompok teroris, yang pada akhirnya diketahui, bernama Lords of Alchemy (LOA) ini memiliki agenda perjuangan dan misi utama yang “luar biasa” berbahaya. Pedang Hayabusa pun “terpaksa” terus meminta darah.

Sebagian besar porsi cerita yang ada memang meminta Anda untuk berinteraksi dan berhadapan dengan karakter-karakter baru yang untuk pertama kalinya muncul dalam franchise ini, termasuk yang berhubungan dengan misi Hayabusa di seri terbaru ini. Walupun demikian, Tecmo Koei tetap menghadirkan kesempatan untuk “bernostalgia” dengan menghadirkan satu babak dalam cerita yang meminta Anda untuk menyelesaikan konflik lawas milik Hayabusa di seri sebelumnya. Jika beban LOA dan kutukan di tangan sudah cukup untuk membuat banyak manusia patah arang, Ryu Hayabusa masih harus menghadapi satu masalah ekstra: Black Spider Clan. Anda akan diminta untuk mengeksplorasi desa dan rumah dari Hayabusa, bertemu dengan karakter-karakter sidekick ikonik yang pernah muncul di seri sebelumnya, dan menyelesaikan masalah pelik yang satu ini. Anda bahkan akan berkesempatan untuk bertemu denganMomiji kembali (yeay!).

Anda juga harus berhadapan dengan masalah pelik di masa lalu yang belum selesai, terutama terkait dengan desa Ninja si Hayabusa sendiri

Momiji hadir kembali! Yeay!

Lantas, apa agenda utama yang berusaha dibangun oleh kelompok teroris Lords of Alchemy ini? Apa yang sebenarnya terjadi dengan tangan kanan Ryu Hayabusa? Mampukah ia menyelamatkan rumah tercintanya dari serangan klan ninja yang sudah menjadi musuh abadinya? Pada akhirnya, mampukah ia menyelamatkan dunia? Semua jawaban pertanyaan ini bisa Anda temukan dengan memainkan Ninja Gaiden 3 ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s